Minggu, 04 April 2010

Hubungan Obesitas dan Depresiasi

OBESITAS dan depresiasi ternyata behubungan erat. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa obesitas meningkatkan risiko terjadinya depresi. Sebaliknya orang yang depresi juga mengalami peningkatan risiko menjadi obesitas.

Penelitian yang dilakukan oleh Leiden University Medical Center, Belanda, ini menemukan fakta bahwa peningkatan risiko depresi penderita obesitas yang awalnya tidak depresi sebesar 55% dan depresi meningkatkan risiko obesitas yang awalnya berat badan normal sebesar 58%.

Ada hubungan timbal balik dari waktu ke waktu antara obesitas dan depresi. Kata Dr Floriana S Luppino, analisis ini tidak dirancang untuk menentukan jenis orang seperti apa yang rentan terkena risiko depresi, namun hanya untuk mengetahui seberapa besar obesitas meningkatkan risiko tersebut.

Namun sebagai perbandingan, baru-baru ini sebuah studi yang didanai oleh National Institute of Mental Health (NIMH) menemukan bahwa hampir satu dari empat kasus obesitas dikaitkan dengan suasana hati atau gangguan kecemasan.
Penelitian yang secara kolektif melibatkan lebih dari 58.000 orang menggunakan ukuran indeks massa tubuh (body mass index/BMI) untuk mengukur seberapa gemuk atau kurus seseorang. Karena kasus obesitas di Amerika Serikat sedang menanjak dikaitkan dengan meningkatnya tingkat depresi waga dan masalah-masalah keshatan mental lainnya. Untuk referensi, orang dewasa Amerika Serikat, dengan BMI 25 atau lebih dianggap kelebihan berat badan, namun ada juga yang menyebut ukuran BMI 30 keatas baru dinyatakan obesitas.

dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar