Selasa, 24 November 2009

Hadapi Hidup Ini Apa Adanya

Hadapi Hidup Ini Apa Adanya


Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan keulitan hidup. Dan, anda adalah bagian dari dunia yang beada dalam kesukaran.

Anda tidak akan prnah menjumpai seorang ayah, isteri, kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pkerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru pda setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak anda sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya. Itu kalau anda mau selamat degan adil dan bijaksana. Pasalanya, betapapun stiap luka ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang Saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dan kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang saling berseberangan. Yakni yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan setlah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan kesedihan akan di kumpulkan di neraka. “Dunia ini terlaknat, dan terlaknat semua yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Alllah dan semua yang berkaitan dengannya, seorang yang ‘alim dan sorang yang belajar,” begitu hadits berkata.

Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang kea lam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya; kendalikan jiwa anda untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman tulus kepada anda dan semua perkara sempurna di mata anda. Sebab ketulusan dan kesempurnaan ciri dan sifat kehidupan dunia.

Bahkan, isteri anda pun tak akan pernah sempurna di mata anda. Maka kata hadits, “janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah (isterinya) sebab jika dia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaannya yang lain.”
Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah, dan mengsampingkan berbagai hal yang mengganggu.

Diambil dari buku: La Tahzan
Karya : DR. ‘Aidh al-Qarni

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar